Pusat Belanja Tak Butuh Cemas Dengan "Online Shop"

Pusat Belanja Tak Butuh Cemas Dengan “Online Shop”

Walau usaha jual beli daring atau online tengah menggeliat, tetapi pengaruhnya tidak demikian relevan pada mal atau pusat berbelanja fisik. Khususnya, buat mal yang tawarkan ide lifestyle pada beberapa pengunjungnya. Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto memandang, pada intinya mal ialah satu tempat sebagai tempat arah buat warga. Dalam soal ini, warga bisa lakukan pekerjaan apa pun, dari mulai belanja, ambil uang ke anjungan tunai mandiri (ATM), sampai mengantarkan anak mereka pergi ke tempat les. “Jadi, orang itu butuh ke mal dengan fisik ada di mal. Jika online itu kan orang cuma ada di muka handphone,” kata Ferry dalam satu diskusi di Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Baca juga : Trade Expo Indonesia 2019 Sukses Raih Transaksi Senilai 153 Trilliun

Lebih buat mal yang mengangkat ide lifestyle, mereka mempunyai kelebihan yakni umumnya sediakan tempat makan atau restoran yang representatif buat pengunjung agar bisa bersosialisai serta berhubungan dengan rekan-rekan mereka. “Food and beverage itu masih jadi main affection,” kata Ferry. Meskipun begitu, Ferry memperingatkan, supaya beberapa pengembang bisa tingkatkan taktik untuk menggandeng ketertarikan warga berkunjung ke tempat mereka. Masalahnya ditengah-tengah menjamurnya mal di Jakarta, sekarang beberapa pengembang tengah mempersiapkan beberapa mal baru.

Agung Podomoro Land contohnya, mempersiapkan dua mal sekaligus juga yakni New Harco Plaza di Jakarta Barat serta Shopping Mall @ Pancoran di Jakarta Selatan. Sesaat di Jakarta Timur, Metropolitan Land serta Aeon tengah mempersiapkan Aeon Jakarta Garden City di daerah Cakung. “(Salah triknya yakni) mal tidak butuh mempertahannkan tenant besar, jika mereka tidak perform. Butuh dipikir untuk ditukar atau dikurangi serta dikombinasi dengan tenant baru,” katanya.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *