Polisi Rombak Pabrik Kosmetik Ilegal, Aktor Jualan di Online Shop

Polisi Rombak Pabrik Kosmetik Ilegal, Aktor Jualan di Online Shop

Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa barat meringkus ibu rumah-tangga namanya Erna Christina. Aktor diringkus sebab tertangkap membuat serta mengedarkan beberapa ratus kosmetik dengan ilegal. Kosmetik yang disebut terbagi dalam sabun tangkai, kombinasi masker, shampo, sampai cream kecantikan siang serta malam. Dirresnarkoba Polda Jawa barat Kombes Enggar Pareanom menjelaskan, Erna diamankan sebab barang yang dipasarkan tidak penuhi standard yang sudah diputuskan, seperti unsur keamanan serta faedah. Disamping itu, barang yang dipasarkan juga tidak diperlengkapi dengan izin edar. Aktor ditangkap pada Rabu (19/2) kemarin.

“Dari usaha papar itu sukses diambil alih produk kosmetik (ilegal) yang tidak penuhi standard atau kriteria keamanan, manfaat atau manfaat, serta kualitas serta tidak mempunyai izin edar,” kata Enggar, lewat pesan secara singkat, Jumat (21/2). Enggar memberikan tambahan, penemuan pengerjaan serta peredaran barang terlarang itu berawal dari terdapatnya laporan dari warga. Mengenai barang kosmetik itu dibikin aktor dalam suatu rumah yang terdapat di Jalan Rahayu, Kelurahan Rancacili, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.

Dari info aktor, menurut Enggar, usaha itu sudah dijalaninya semenjak bulan Juli tahun 2019 kemarin. Sampai sekarang, aktor sudah mempunyai enam orang karyawan. Kosmetik yang dibikin selanjutnya dipasarkan oleh aktor dengan online lewat account namanya ‘Sintren Olshop’. “Kosmetika kepunyaannya sudah bekerja di dalam rumah itu semenjak bulan juli 2019 s/d saat ini serta mempunyai enam orang karyawan,” sebut ia.

Baca juga : China Rupanya Pernah Menampik Dicoret Dari Daftar Negara Bertumbuh, Apa Faktanya?

“Terdapat beberapa produk kosmetika olahan sendiri dengan masukkan beberapa bahan baku kosmetika ke botol-botol paket lantas ditempel cap nama produk yang sudah dibikin awalnya dengan diciptakan print di computer,” lanjut ia. Selain itu, Erna akui pelajari pengerjaan kosmetik lewat sosial media YouTube. Ia juga tidak tahu poker99 jika barang yang dijualnya malah beresiko karena selama ini tidak ada konsumen yang protes. “Belajar dari YouTube. Aku belajar serta ada sertifikat. Aku tidak tahu jika bahaya serta aku gunakan, tidak ada yang protes,” jelas ia.

Hasil dari jualan ilegalnya itu, Erna memperoleh keuntungan sejumlah Rp 35 juta setiap bulan. Atas tindakannya, Erna dijaring dengan Klausal 196 serta Klausal 197 UU mengenai Kesehatan. Erna diancam kurungan optimal 15 tahun atau denda Rp 1,5 miliar.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *