Pak Jokowi, Nih Pendapat Entrepreneur Agar Tidak Set Belur Musuh Corona

Pak Jokowi, Nih Pendapat Entrepreneur Agar Tidak Set Belur Musuh Corona

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut beberapa entrepreneur yang terhimpun dalam Kamar Dagang serta Industri (Kadin) Indonesia. Jokowi minta input mereka berkaitan keadaan dunia usaha yang terhantam virus corona. Ketua umum Kadin Rosan Roeslani akui sudah mengemukakan beberapa saran pada Jokowi. Diantaranya usaha untuk selamatkan UMKM. “Persiapan dari pemerintah serta dunia usaha benar-benar diinginkan ada kebijaksanaan stimulus pemerintah. Jaga cashflow khususnya UMKM. Pariwisata terpengaruh langsung, banyak pula restoran. UMKM ini akan diberi stimulus kebijaksanaan fiskal atau moneter,” katanya di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Baca juga : Erdogan Masih Aktifkan Rudal Rusia Walau Berlangsung Kemelut di Suriah

Menurut dia sekarang cashflow UMKM butuh diselamatkan. Oleh karenanya ia menyarankan supaya pemerintah sediakan utang spesial untuk UMKM tetapi sepanjang 6 bulan tidak bayar angsuran utangnya. “Ini dapat berbentuk 6 bulan disiapkan permodalan cukup relevan, pembayaran angsuran sesudah 6 bulan,” katanya. Disamping itu, Kadin ajukan saran pemotongan pajak pegawai dipending dahulu. Harapannya supaya menggerakkan daya beli warga. Begitupun dengan pajak perusahaan dibatalkan sepanjang 6 bulan. “Kami kemukakan saran PPh 25, corporate tax dapat dibatalkan sepanjang 6 bulan. Kita harus menjaga perusahaan ini serta harus dapat mengantisipasi,” katanya.

Produksi TV Turun Dikarenakan Corona

Import barang elektronik dari China terpengaruh penebaran virus corona. Indonesia terbanyak mengimpor barang elektronik dari China berbentuk bahan fundamen tv (TV) sampai handphone (HP). Ketua Umum Kamar Dagang serta Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani menjelaskan dikarenakan itu, produsen TV di Indonesia sampai ada situs poker pulsa yang kurangi produksinya sampai 50%. “Import paling besar dari China elektronik, bahan fundamen TV serta HP,” tuturnya. Rosan menjelaskan ada produsen TV yang memotong produksinya dari 5.000 unit /hari jadi 2.500 unit /hari. Pemotongan produksi dikerjakan sebab turunnya keinginan.

“Aku tahu ada perusahaan TV yang semula produksinya 5.000 unit /hari jadi 2.500 unit /hari. Ini demand-nya cukup alami penurunan. Jadi saat permintaan segini, produksinya sesuai,” tutur Rosan. Meskipun begitu, keadaan perusahaan masih berjalan normal. Faksinya mengharap tidak ada PHK. “Overall perusahaan masih oke tetapi mengantisipasi saja ditengah-tengah perlambatan ini supaya tidak ada PHK. So far masih baik,” imbuhnya.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *