Kementerian ESDM akan Pelajari Pemakaian Produk Lokal di Bidang Migas

Kementerian ESDM akan Pelajari Pemakaian Produk Lokal di Bidang Migas

Kementerian Daya Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menilai pemakaian barang dalam negeri pada bidang domino99 minyak serta gas ( migas ). Ini untuk menjawab sangkaan belum maksimalnya Tingkat Elemen Dalam Negeri (TKDN) pada bidang itu. Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengaku, ada barang-barang yang di-import walau barang itu dibuat di negeri. Ia juga pastikan akan menilai hal itu.

“Beberapa masalah ada import, tuturnya walau sebenarnya barangnya di Indonesia. Ini saya cek, project-nya masuk tidak,” kata Arcandra, di Kantor Kementerian Koordinator Bagian Kemaritiman, Jakarta, Senin (20/10/2019). Arcandra menjelaskan, bila dari 2016 sampai 2018 pemakaian barang dalam negeri bidang migas terus bertambah. Pada 2016, besarannya sampai 55 %, selanjutnya pada 2017 sebesar 58 % serta 2018 sebesar 64 %.

Baca juga : Seringkali Dengar Arti Barang KW? Ini Keterangan Maknanya

“‎Dari curva kita, 2016 – 2018 naik tetap pemakaian TKDN nya. Curva kita, 2016 55 %, 2017 58 %, 2018 telah 64 %. Jadi kita naik terus,” tutur ia. Arcandra‎ mengutarakan, bidang migas selalu tingkatkan pemakaian barang dalam negeri, dengan sesuaikan detail yang diperlukan serta harga yang jauh tambah murah dibandingkan barang import. Pemakaian barang dalam negeri akan membuat efek berganda, seperti membuat lapangan kerja serta mengirit devisa.

“Bagaimana triknya jika ada produksi untuk migas ya, pipa dalam negeri yang spec nya masuk, harga bersaing ini untuk dipakai di negeri. Mengapa? Disatu bagian, jika kita import, rupiah tertekan, jika dalam negeri karena itu kita dapat menjaga devisa. Ini kelak ada multiplier effect. Ini bener bener yang dibuat dalam negeri,” pungkasnya.

About the author

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *